Avsnitt
-
Layanan cek kesehatan mental, konseling dan terapi (Online maupun Offline di klinik kami) bisa WA 0819-4544-1553Pernah merasa ada luka lama yang belum benar-benar selesai?
Dalam episode ini, kita akan masuk ke sesi LIVE Empty Chair Therapy — sebuah pengalaman terapi yang bukan hanya didengar… tapi dirasakan.
Di sesi ini, kamu akan melihat langsung bagaimana seseorang “berdialog” dengan emosi yang selama ini tertahan. Marah yang dipendam, kata-kata yang tak pernah sempat diucapkan, hingga bagian diri yang selama ini diabaikan.
Ini bukan sekadar sharing. Ini adalah proses.
Siapkan ruang yang tenang, dan izinkan dirimu hadir sepenuhnya.
Karena terkadang… penyembuhan dimulai dari keberanian untuk menghadapi apa yang selama ini dihindari.
-
Pernah nggak sih kamu merasa ada “percakapan yang belum selesai” di dalam diri?
Episode kali ini kita ngobrolin tentang Empty Chair Therapy — teknik sederhana tapi sangat powerful dari pendekatan Gestalt. Di sini, kamu diajak “berdialog” langsung dengan seseorang (atau bagian dari diri sendiri) yang selama ini masih menyisakan emosi: marah, kecewa, sedih, bahkan rasa bersalah.
Bukan sekadar imajinasi. Ini tentang memberi ruang untuk emosi yang selama ini tertahan… supaya bisa dipahami, diterima, dan akhirnya dilepaskan.
Di episode ini kita bahas:
Apa itu terapi kursi kosong & bagaimana cara kerjanyaKenapa teknik ini bisa terasa sangat emosionalKapan teknik ini efektif digunakan dalam sesi terapiInsight mendalam tentang “unfinished business” dalam relasiKadang, yang kita butuhkan bukan jawaban dari orang lain… tapi keberanian untuk mendengar diri sendiri.
Dengerin sekarang, dan mungkin… kamu akan menemukan sesuatu yang selama ini kamu cari.
Layanan cek kesehatan mental, konseling dan terapi (Online maupun Offline di klinik kami) bisa WA 0819-4544-1553
-
Saknas det avsnitt?
-
Layanan cek kesehatan mental, konseling dan terapi (Online maupun Offline di klinik kami) bisa WA 0819-4544-1553
Depresi itu bukan soal kurang bersyukur dan bukan juga soal “kurang kuat”.
Di podcast Terapi Depresi, kita ngobrol santai tapi bermakna tentang:
apa itu depresi (dengan bahasa yang gampang dipahami)kenapa motivasi saja sering nggak cukup bagaimana terapi membantu pelan-pelan, tapi nyataCocok buat kamu yang ingin paham depresi tanpa harus merasa “sedang dihakimi”.
Karena belajar soal kesehatan mental bisa ringan, tanpa menghilangkan kedalamannya.
Ikutan juga sesi zoom GRATISnya tiap minggu, bisa cek di Instagram @psikologid
-
Layanan cek kesehatan mental, konseling dan terapi (Online maupun Offline di klinik kami) bisa WA 0819-4544-1553
Obrolan Psikologi tentang Pikiran, Emosi, dan Kesehatan Mental
Dalam podcast ini, kita akan membahas psikologi secara jujur, membumi, dan aplikatif, mulai dari:
Mental Block & hambatan psikologisKesehatan mental di kehidupan sehari-hariTrauma, kecemasan, overthinking, dan emosi terpendamPola pikir bawah sadar yang sering menghambat hidupCara memahami diri tanpa menghakimi diriIkutan juga sesi zoom GRATISnya tiap minggu, bisa cek di Instagram @psikologid
-
Check Up Kesehatan Mental dan Join sesi konseling disini : https://linktr.ee/psikologid
Di episode ini, kita akan mengenal mindfulness sebagai sebuah praktik sederhana untuk hadir sepenuhnya di saat ini. Melalui pembahasan pendahuluan, episode ini mengajak pendengar memahami apa itu mindfulness, mengapa kesadaran penuh penting dalam kehidupan sehari-hari, dan bagaimana napas dapat menjadi jangkar untuk kembali pada momen sekarang.
Cocok bagi kamu yang baru mulai mengenal mindfulness maupun yang ingin kembali ke dasar, episode ini menjadi ruang untuk melambat sejenak, menyadari pikiran dan perasaan tanpa menghakimi, serta membangun hubungan yang lebih sadar dengan diri sendiri. Dengarkan dengan santai, bernapaslah dengan sadar, dan izinkan dirimu hadir sepenuhnya.
-
Layanan cek kesehatan mental, konseling dan terapi (Online maupun Offline di klinik kami) bisa WA 0819-4544-1553
Untuk Kamu yang Sering Menunda — Alasan Psikologi di Balik Prokrastinasi
Kita sering berpikir prokrastinasi terjadi karena malas, kurang disiplin, atau tidak punya motivasi. Padahal secara psikologis, menunda justru sering menjadi mekanisme melindungi diri dari emosi yang tidak nyaman.
Di episode ini, kita akan bahas lebih dalam:
Kenapa otak memilih menunda, bahkan saat kita tahu itu akan membuat stresHubungan prokrastinasi dengan kecemasan, perfeksionisme, dan rasa takut gagalMengapa tugas terasa “berat” meskipun sebenarnya sederhanaBagaimana emosi yang belum diproses bisa memicu pola menundaStrategi kecil berbasis psikologi untuk mulai keluar dari lingkaran prokrastinasiKalau kamu sering bilang “nanti aja”, “sebentar lagi”, atau “aku mulai besok” dalam episode ini bisa jadi titik mulai memahami dirimu lebih dalam.
Mari belajar melihat menunda bukan sebagai kelemahan, tapi sebagai sinyal yang sedang coba memberi tahu sesuatu.
-
Check Up Kesehatan Mental dan Join sesi konseling disini : https://linktr.ee/psikologid
Perfeksionisme: Ada Luka di Balik Keinginan Sempurna
Banyak orang mengira perfeksionisme adalah tanda kedisiplinan dan standar tinggi. Padahal secara psikologis, perfeksionisme sering lahir dari luka lama, rasa tidak aman, atau kebutuhan untuk terus membuktikan diri agar merasa berharga.
Di episode ini, kita membahas lebih dalam:
- Kenapa perfeksionisme bukan sekadar “ingin yang terbaik”, tetapi mekanisme bertahan hidup.
- Bagaimana pola pengasuhan, kritik masa kecil, dan pengalaman kegagalan membentuk keyakinan “saya harus sempurna agar diterima”.
- Dampak perfeksionisme pada stres, relasi, produktivitas, dan kelelahan emosional.Jika kamu sering merasa takut gagal, sulit puas dengan hasil kerja, atau terus membandingkan diri, mungkin podcast ini bisa membuka perspektif baru.
Mari belajar melihat diri dengan lebih berbelas kasih, bukan lebih keras.Share ke teman atau orang terdekat kamu yang membutuhkan episode ini ya!
-
Layanan cek kesehatan mental, konseling dan terapi (Online maupun Offline di klinik kami) bisa WA 0819-4544-1553
Kepribadian narsistik sering disalahpahami hanya sebagai “orang yang terlalu mencintai diri sendiri.”
Padahal, di balik perilaku itu sering tersembunyi luka emosional yang dalam rasa tidak aman, kebutuhan akan validasi, dan ketakutan ditolak.Dalam episode ini, kita akan membahas secara mendalam:
Alasan psikologis mengapa seseorang bisa berkembang menjadi pribadi narsistik.Ciri-ciri utama dari Narcissistic Personality Disorder (NPD), seperti kebutuhan berlebihan untuk dikagumi, kurang empati, manipulatif, dan kesulitan menerima kritik.
Dampaknya pada hubungan, baik bagi pasangan, teman, maupun keluarga.
Langkah awal memahami dan melindungi diri, agar tidak terjebak dalam dinamika yang melelahkan.Tujuannya bukan untuk menghakimi, tapi untuk memahami bahwa setiap perilaku ada akar emosionalnya. Dengan memahami, kita bisa menyembuhkan dan membangun hubungan yang lebih sehat.
-
Layanan cek kesehatan mental, konseling dan terapi (Online maupun Offline di klinik kami) bisa WA 0819-4544-1553
Kamu Korban atau Pelaku?
Kenali lebih dalam tentang Narcissistic Personality Disorder (NPD)Pernah merasa dimanipulasi lewat gaslighting, love bombing, blame shifting, atau justru kamu sering dibilang “narsis”? Jangan-jangan tanpa sadar, kamu ada di salah satu sisi: korban atau pelaku.
-
Layanan cek kesehatan mental, konseling dan terapi (Online maupun Offline di klinik kami) bisa WA 0819-4544-1553
Banyak orang tidak menyadari bahwa luka terdalam dalam hidup mereka berasal dari masa kecil. Bukan hanya karena kekurangan materi, melainkan karena pengalaman bersama orang tua yang bersifat toxic: terlalu kritis, penuh tuntutan, suka membandingkan, atau bahkan tidak hadir secara emosional.
Dalam psikologi, hal ini berhubungan dengan konsep inner child atau istilah yang populer melalui teori John Bradshaw, yang merujuk pada bagian dalam diri kita yang menyimpan pengalaman, perasaan, dan kebutuhan masa kecil. Inner child yang terluka dapat memengaruhi pola pikir, emosi, dan hubungan kita ketika dewasa.
Dari sudut pandang Psikologi Perkembangan (Erik Erikson), masa kecil adalah tahap penting pembentukan identitas. Orang tua yang toxic sering kali menghambat tugas perkembangan anak, misalnya dengan menanamkan rasa malu atau ragu-ragu pada tahap “Autonomy vs Shame and Doubt” dan “Initiative vs Guilt”. Dampaknya, anak tumbuh dengan keyakinan bahwa dirinya “tidak cukup baik.”
Ingatlah: masa kecil mungkin bukan pilihan kita, tetapi proses pemulihan adalah tanggung jawab sekaligus hadiah yang bisa kita berikan untuk diri sendiri.
-
Jika kamu membutuhkan program terapi serta layanan konseling bisa klik disini : https://linktr.ee/psikologidInner child adalah bagian diri kita yang menyimpan jejak masa kecil—baik rasa bahagia, rasa ingin tahu, maupun luka emosional. Saat inner child terluka, dampaknya bisa terasa hingga dewasa: mudah cemas, takut ditolak, sulit percaya orang lain, atau merasa tidak pernah cukup.Namun inner child juga menyimpan kekuatan: spontanitas, kreativitas, dan keaslian diri. Dengan menyadari dan merawat inner child, kita belajar memberikan kasih sayang pada diri sendiri yang dulu mungkin kurang kita dapatkan. Proses ini disebut healing inner child. sebuah langkah penting untuk pulih, membangun hubungan yang lebih sehat, dan hidup lebih otentik.
-
Layanan cek kesehatan mental, konseling dan terapi (Online maupun Offline di klinik kami) bisa WA 0819-4544-1553"
Membaca Emosi, Ekspresi, dan Bahasa Tubuh"
Seni Memahami Manusia Lebih Dalam, Tanpa Perlu Kata-Kata.
Pernah merasa seseorang berkata "saya baik-baik saja", tapi tubuhnya seolah berkata sebaliknya?
Manusia berbicara bukan hanya lewat kata-kata—bahasa tubuh, ekspresi wajah, hingga nada suara menyimpan lebih banyak kebenaran dari yang kita sadari.
Dalam dunia yang serba cepat dan penuh interaksi ini, kemampuan membaca sinyal nonverbal adalah super-skill yang jarang diajarkan.
Yuk pelajari lebih lanjut dalam episode kali ini!
-
Layanan cek kesehatan mental, konseling dan terapi (Online maupun Offline di klinik kami) bisa WA 0819-4544-1553
Kenali dirimu, untuk lebih dalam mengenali karakter oranglain!
Salah satu hal yang penting dalam menjalani kehidupan adalah kemampuan menyesuaikan diri dan juga membaca situasi.
Itu artinya kita perlu memiliki kemampuan untuk mengenali karakter diri sendiri serta "membaca" karakter oranglain dengan cepat dan tepat!
Nah! Dalam dunia psikologi ternyata hal tersebut bisa dipelajari loh.. Mau tahu lebih jauh? Yuk dengerin selengkapnya dalam recap Webinar dari Komunitas Psikologi Digital "PSIKOLOGI KARAKTER."
-
Jika kamu membutuhkan program terapi serta layanan konseling bisa klik disini : https://linktr.ee/psikologid
"Memaafkan itu bukan untuk orang lain, tapi untuk dirimu sendiri."
Pada episode kali ini, kita akan membahas tentang terapi memaafkan—suatu perjalanan emosional yang tidak mudah, tapi penuh manfaat. Apakah kamu merasa terjebak dalam kemarahan atau perasaan sakit hati yang tidak kunjung hilang? Atau mungkin ada seseorang yang sulit kamu maafkan, meskipun kamu tahu itu mengganggu kedamaian batinmu?
🌿 Dalam episode ini, kita akan mengupas:
Mengapa memaafkan itu penting untuk kesehatan mental dan fisik kita.
Bagaimana cara memaafkan diri sendiri dan orang lain dengan cara yang sehat.
Proses terapi memaafkan: langkah-langkah dan tantangannya.
Manfaat memaafkan untuk kebebasan emosional dan kedamaian hati.
Jangan lewatkan wawasan mendalam yang bisa membantumu melepaskan beban batin dan menjalani hidup dengan lebih ringan. Memaafkan bukan berarti melupakan, tapi memberi diri kesempatan untuk sembuh.
🎧 Simak sekarang, dan temukan jalan menuju kedamaian batin yang kamu cari!
Klik link di bio untuk mendengarkan. -
Jika kamu membutuhkan program terapi serta layanan konseling bisa klik disini : https://linktr.ee/psikologid
Episode ini merupakan sesi rekaman dari praktik terapi memaafkan, cocok untuk kamu yang memiliki masalah emosi, trauma dan juga sejumlah kecemasan yang berlebihan.
-
Jika kamu membutuhkan program terapi serta layanan konseling bisa klik disini : https://linktr.ee/psikologid
ADHD (Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder) pada dewasa adalah kondisi yang dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk fokus, mengelola impuls, dan mengatur diri sendiri dalam kegiatan sehari-hari.
ADHD sering kali didiagnosis pada anak-anak, tetapi banyak orang yang baru menyadari bahwa mereka memiliki ADHD di usia dewasa, setelah mengalami kesulitan sepanjang hidup mereka yang tidak terdiagnosis.
Gejala ADHD pada Dewasa
Gejala ADHD pada dewasa bisa berbeda dibandingkan dengan gejala pada anak-anak. Beberapa gejala umum pada dewasa meliputi:
Kesulitan Fokus dan Perhatian
Sering merasa teralihkan saat bekerja atau beraktivitas.
Kesulitan untuk menyelesaikan tugas yang membutuhkan konsentrasi dalam waktu lama.
Mudah lupa atau kehilangan barang-barang penting (kunci, ponsel, dokumen penting).
Impulsivitas
Mengambil keputusan secara terburu-buru tanpa mempertimbangkan konsekuensinya.
Kesulitan mengatur diri dalam situasi sosial, misalnya, berbicara terlalu banyak atau tidak sabar.
Perubahan pekerjaan atau hubungan yang sering, karena kesulitan dalam mengelola emosi atau memenuhi kewajiban.
Kegelisahan dan Hiperaktifitas (terutama dalam pikiran)
Pikiran yang terus bergerak cepat, membuat seseorang merasa "tidak bisa berhenti berpikir".
Merasa gelisah, sulit untuk duduk diam dalam situasi tertentu (meskipun tidak selalu tampak hiperaktif secara fisik).
Kesulitan dalam merencanakan atau mengorganisir waktu dan kegiatan, yang dapat berujung pada stres dan kecemasan.
Kesulitan Mengatur Waktu
Sering menunda-nunda tugas atau aktivitas, bahkan yang penting.
Ketidakmampuan untuk merencanakan atau mengatur jadwal dengan efektif, yang mengarah pada perasaan terburu-buru atau kewalahan.
-
Jika kamu membutuhkan program terapi serta layanan konseling bisa klik disini : https://linktr.ee/psikologid
Episode ini akan membahas mengenai ruang konseling dan gambaran sesinya.
Buat kamu yang bertanya-tanya mengenai persiapan sebelum menjalani sesi konseling, nah simak tips sederhananya di episode berikut ini ya!
-
Hai, Podcast psikologid kembali hadir untuk menyapa kamu. Podcast ini berisikan Audio series yang membahas tentang teknik psikologi aplikatif dan harapannya akan membuat kamu semakin bertumbuh serta mengenal diri kamu sendiri secara baik.
Masih bersama dengan saya Daud Antonius, hari ini kita akan membahas hal yang penting dan tidak boleh dilewatkan ketika kamu berinteraksi dengan oranglain yaitu : “4 Tips Psikologi agar oranglain nyaman berada didekatmu.”
Simak pembahasan lengkapnya melalui episode ini ya!
Rekomendasi untuk kamu tetap bebas, aman dan nyaman dalam melakukan aktifitas online dengan NordVPN
Nordvpn ini bisa kamu akses dengan harga yang sangat terjangkau dan dengan kualitas terbaik, sama seperti membeli secangkir kopi tapi benefit yang di dapatkan itu jauh dari itu.
Untuk aksesnya, kamu bisa Gunakan link eksklusif kami:
https://nordvpn.com/psikologid
atau masukkan kode promo: "psikologid" saat melakukan transaksi.
-
Halo, kembali lagi di podcast psikologid, audio series yang akan membuat kamu semakin
bertumbuh dan mengenal diri sendiri.
Melalui berbagai pendekatan teknik psikologi aplikatif, kita akan membahas hal-hal yang
tentunya relate dengan diri kamu.
Bersama dengan saya Daud Antonius, hari ini saya akan membahas satu hal yang sederhana,
tapi penting untuk kita pahami. Yaitu : “Dengan siapa seharusnya kita seharusnya bercerita
mengenai masalah yang kita alami?”
Rekomendasi untuk kamu tetap bebas, aman dan nyaman dalam melakukan aktifitas online dengan NordVPN
Nordvpn ini bisa kamu akses dengan harga yang sangat terjangkau dan dengan kualitas terbaik, sama seperti membeli secangkir kopi tapi benefit yang di dapatkan itu jauh dari itu.
Untuk aksesnya, kamu bisa Gunakan link eksklusif kami:
https://nordvpn.com/psikologid
atau masukkan kode promo: "psikologid" saat melakukan transaksi.
-
Jika kamu membutuhkan program terapi serta layanan konseling bisa klik disini : https://linktr.ee/psikologid
Kamu sedang menyaksikan Live Podcast dari @psikologid dan @daudantonius yang di adakan secara rutin melalui instagram.
Yuk bergabung untuk banyak pembahasan menarik lainnya, setiap minggunya kami juga mengadakan sesi FREE Webinar dan FREE Live Therapy via zoom
- Visa fler