Avsnitt

  • Bagaimana cara bangkit dari keterpurukan?

    Dalam episode ini akan ada sharing pengalaman pribadi dari bro @fernando_conan mengenai bagaimana ia bangkit dari keterpurukan masa lalu.

    Semoga episode kali ini bermanfaat ya!

    --- Send in a voice message: https://anchor.fm/psikologid/messageSupport this podcast: https://anchor.fm/psikologid/support
  • Dalam mewujudkan sesuatu, entah itu rencana maupun impian kita, maka kita sangat memerlukan ketekunan.

    Ketekunan bisa di latih dengan menerapkan beberapa hal seperti berkomitmen terhadap apa yang kita ingin lakukan, melakukannya secara terus-menerus (adanya repeat learning) dan menerapkan pengelolaan energi melalui disiplin dan fokus.

    Berapa banyak dari kita yang pada akhirnya kehilangan kesempatan untuk bertumbuh dan ada di posisi yang lebih baik karena mengabaikan beberapa hal tersebut?

    --- Send in a voice message: https://anchor.fm/psikologid/messageSupport this podcast: https://anchor.fm/psikologid/support
  • Saknas det avsnitt?

    Klicka här för att uppdatera flödet manuellt.

  • Melanjutkan pembahasan sebelumnya mengenai kepribadian dan karakter, pada episode ini kita akan sama-sama mengulas mengenai karakteristik seseorang berdasarkan "warnanya" masing-masing.

    Mungkin kamu termasuk pribadi yang merah (Dominance / Koleris) yang fokus pada tugas dan aktif.

    Atau Kuning (Influence / Sanguins) yang fokus pada orang dan juga aktif.

    Selain itu terdapat pula ciri-ciri dari tipe Hijau (Steadiness) dan Ungu (Compliance)

    Semuanya akan di bahas dengan lebih mendetail disini.

    Nggak cuma itu aja, @fernando_conan dan @daudantonius juga sudah mulai menjawab beberapa pertanyaan yang di ajukan, salah satunya adalah mengenai bagaimana menemukan passion dan cara merespon ketika passion kita mendapatkan penolakan dari orang terdekat.

    Yuk dengerin dan bagikan ke orang yang membutuhkan upgrade mindset mereka!

    --- Send in a voice message: https://anchor.fm/psikologid/messageSupport this podcast: https://anchor.fm/psikologid/support
  • Kembali lagi di podcast psikologid dan pada pembahasan kali ini kita akan mengulas seputar kepribadian dan karakter yang ada di dalam diri manusia.

    Setiap hari karakter kita harus semakin kuat, bukan semakin kumat. Karakter kita juga perlu semakin "better" bukan malah "kayak monster"

    Wajah dan penampilan memang penting tapi bukan yang utama, tapi karakterlah yang akan membuat kita di perhitungkan dimana pun berada. Banyak orang di terima kerja karena kemampuannya, tapi pada akhirnya di pecat karena karakternya. Demikian juga dalam kehidupan sehari-hari.

    Bersama dengan @daudantonius dan @fernando_conan obrolan kali ini di harapkan bisa memberikan insight baru agar kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik.

    --- Send in a voice message: https://anchor.fm/psikologid/messageSupport this podcast: https://anchor.fm/psikologid/support
  • Pernah gak sih kamu denger satu lagu kemudian teringat akan suatu perasaan?Hal yang sama juga bisa terjadi ketika kamu mencicipi makanan, mencium wangi parfum atau hal lainnya. Sebuah pengalaman inderawi kita ternyata memiliki asosiasi dengan pengalaman emosional lainnya. Dalam konteks hypnotherapy kita bisa menciptakan sebuah pengalaman baik atau percaya diri kemudian memunculkannya kembali pada saat kita butuhkan, hal tersebut biasanya di sebut sebagai "jangkar emosi" atau metode Anchoring.--- Send in a voice message: https://anchor.fm/psikologid/messageSupport this podcast: https://anchor.fm/psikologid/support

  • Melanjutkan series sebelumnya mengenai pengelolaan mood. Kali ini kami akan menjawab beberapa pertanyaan yang di ajukan oleh peserta Instagram Live @psikologid. Salah satunya membahas mengenai, normal gak sih kalo nangis tanpa sebab? Tiba-tiba bersedih padahal tanpa suatu stimulus tertentu.

    Nah! ternyata itu semua ada kaitannya juga dengan suasana hati kita loh! Kita bisa secara tiba-tiba bahagia, takut, sedih dan merasakan hal lainnya bahkan tanpa di duga sekalipun.

    --- Send in a voice message: https://anchor.fm/psikologid/messageSupport this podcast: https://anchor.fm/psikologid/support
  • Apa sih sebenarnya yang di maksud dengan mood atau Suasana hati?

    Nah! Dalam obrolan kali ini, kita akan membahas seputar pengertiannya, bagaimana cara mengenali serta mengelola mood yang kadang bisa muncul tanpa kita sadari. Karena dengan mengelola dan menempatkannya secara tepat kita bisa memanfaatkan mood sebagai sumber energi dalam melakukan berbagai aktifitas.

    Bersama dengan @daudantonius dan juga @samueloxy akan di bahas secara santai, menyenangkan tapi juga bermakna. Audio ini adalah series pertama dari obrolan dan tanya jawab seputar mood.

    --- Send in a voice message: https://anchor.fm/psikologid/messageSupport this podcast: https://anchor.fm/psikologid/support
  • Masih membahas mengenai produktivitas, kali ini pada sesi tanya jawab dengan bro @andreasbordes kita banyak mengulas langkah-langkah praktis dalam memperdalam fokus, mengatasi overthingking, dendam maupun kecemasan.

    --- Send in a voice message: https://anchor.fm/psikologid/messageSupport this podcast: https://anchor.fm/psikologid/support
  • Apa sih yang di maksud dengan produktivitas? Bagaimana cara kita mengelola waktu yang mungkin terasa terbatas?Dalam episode kali ini kita akan mengulas pengertian, langkah sederhana hingga hal-hal yang menghambatnya.Produktif bisa jadi adalah hal yang bisa kita upayakan dan wujudkan dengan cara mengelola prioritas diri dan memilih hal-hal penting untuk di lakukan.Podcast ini juga adalah bagian dari Live Instragram psikologid yang tayang setiap Rabu atau Kamis. Yuk Dengerin!--- Send in a voice message: https://anchor.fm/psikologid/messageSupport this podcast: https://anchor.fm/psikologid/support

  • Content Reframing adalah cara kita mengubah pandangan dengan cara memberikan pemaknaan baru atas suatu kejadian atau peristiwa yang terjadi. Biasanya ini menyangkut sebuah kejadian yang tidak bisa kita ubah begitu saja atau tiba-tiba terjadi, prinsipnya saat kita tidak bisa mengubah kejadian tersebut, maka kita masih bisa mengubah makna di balik kejadian yang sudah terjadi.

    Contohnya : Terjebak dalam kemacetan lalu lintas. Ini mungkin adalah suatu kejadian yang tidak bisa kita hindarkan, pada saat kita fokus pada perasaan buru-buru, dan takut akan keterlambatan, bisa jadi emosi yang muncul adalah kepanikan, marah, kesal dan lainnya. Namun ketika kita bisa mengubah makna dari kemacetan, hal tersebut bisa berubah.

    Kemacetan = Waktu luang untuk persiapan meeting.

    Kemacetan = Belajar hal baru melalui audio book.

    Kemacetan = Evaluasi persiapan sebelum berangkat selanjutnya.

    Content reframing ini sangat cocok jika kita gunakan dalam menghadapi berbagai situasi di mana kita tidak bisa ikut campur dalam perubahannya. Seperti : Teman kantor yang mengesalkan, tidak bisa kita ubah begitu saja, tapi bisa jadi ini peluang untuk bisa berkomunikasi dengan orang yang tidak kita sukai. Atau atasan yang pelit dan sulit untuk kita ubah, kita bisa memaknainya sebagai cara baru untuk menjadi teliti dan terampil mengelola keuangan di dunia kerja.

    Yang baru-baru ini terjadi di 2020 adalah Covid-19, kita dan seluruh dunia tidak bisa mengubahnya dan tidak tahu kapan akan berakhirnya, oleh karena itu kita mengubah maknanya menjadi hal baik untuk memunculkan budaya sehat (cuci tangan) dan juga kebiasaan mengantri (jara jarak) secara baik.

    --- Send in a voice message: https://anchor.fm/psikologid/messageSupport this podcast: https://anchor.fm/psikologid/support
  • "The world is a tragedy to those who feel, but a comedy to those who think.” ~ Horace Walpole

    Mungkin kita seringkali mendengar saran untuk "berpikir positif" dan mengambil hikmah dari setiap kejadian, dan ternyata inilah yang dilakukan dalam teknik dasar reframing. Kita diajak untuk mencari maksud baik yang tersembunyi dibalik apapun yang terjadi (Secondary gain), baik itu permasalahan di masa lalu, kejadian yang sedang terjadi, maupun kejadian yang memang tidak bisa kita prediksi.

    Context Reframing adalah sebuah cara mengubah "bingkai pikiran" dengan memindahkan sebuah kejadian atau pesepsi yang mungkin negatif kepada konteks baru yang lebih sesuai. Karena prinsipnya adalah kejadian yang tepat bertemu dengan waktu yang tepat bisa menjadi sebuah hal yang positif. Inti dari teknik ini adalah kita mengganti situasi atau konteks dalam sebuah kejadian sehingga bisa mengubah perasaan emosional ataupun hal negatif atas kejadian tersebut.

    Contoh Kasus populer yang dikisahkan oleh Virginia Satir, seorang family therapist : Suatu ketika ia mendapatkan seorang klien yang adalah seorang Ibu, klien ini mengeluhkan mengenai kebiasaan anaknya yang senang pulang ke rumah dengan keadaan yang kotor, membuat lantai dan seisi rumah menjadi kotor padahal baru saja dibersihkan.

    Ibu tersebut merasakan kesal dan marah akibat kebiasaan anak itu, pada akhirnya Virginia Satir mengarahkan sudut pandang Ibu tersebut. Jika saja lantai sekarang selalu bersih, rumah tidak lagi berisik, bisa jadi itu waktunya anak anda meninggalkan anda, apakah anda mau hal tersebut terjadi?

    Seketika itu, Ibu tersebut diajarkan untuk bersyukur mengenai keberadaan anaknya yang mengesampingkan setiap emosi negatif yang mungkin muncul karena kekesalannya. Dalam sebuah konteks, rumah yang kotor adalah suatu hal yang menyebalkan, tapi jika kita mengganti konteksnya menjadi "Rumah yang kotor adalah tanda bahwa Anak anda masih bersama dengan Anda." maka kemudian kita bisa mencari solusi yang lebih baik tanpa harus terjebak dalam emosi negatif.

    --- Send in a voice message: https://anchor.fm/psikologid/messageSupport this podcast: https://anchor.fm/psikologid/support
  • Hal-hal yang belum terselesaikan, baik itu ganjalan emosi maupun hal yang belum tersampaikan bisa jadi salah satu penyebab masalah yang ada saat ini. Selain itu ada pula kebiasaan menunda pekerjaan serta ketergantungan dengan orang lain bisa jadi sumber kita tidak menyelesaikan tugas dengan benar. Hal ini juga bisa berangkat dari pribadi yang suka dibandingkan dalam mengerjakan sesuatu, dianggap remeh atau dianggap tidak becus dalam mengerjakan.

    Pada akhirnya, seseorang akan lebih memilih untuk menunda atau bahkan mengabaikan sesuatu yang seharusnya diselesaikan dalam rangka meminimalisir kecemasannya. Akhirnya, masalah tersebut tidak kunjung selesai dan malah memunculkan masalah baru.

    --- Send in a voice message: https://anchor.fm/psikologid/messageSupport this podcast: https://anchor.fm/psikologid/support
  • Selalu ada alasan atas segala sesuatu, setiap tindakan kita entah itu kebiasaan baik ataupun buruk juga memiliki polanya masing-masing. Pada pembahasan kali ini, kita akan berkenalan dengan sejumlah sumber luka dan permasalahan psikologis yang mungkin kita ataupun orang terdekat kita alami.

    Kejadian di masa lalu yang membekas, menyakitkan dan tidak ingin terulang bisa membangun sebuah tembok yang besar bagi mental seseorang, pada dasarnya pikiran bawah sadar ingin mengamankan diri agar kondisi tidak nyaman tidak terulang kembali, namun seringkali hal ini malah membatasi pertumbuhan dan perubahan diri seseorang.

    Emosi negatif seperti sakit hati, kecewa berkepanjangan, marah, terluka secara emosional, rasa malu dan ketakutan yang belum terselesaikan juga bisa mengakibatkan stres berkepanjangan.

    Masalah yang umumnya muncul karena hal ini adalah fobia umum (berbicara di depan umum, ruangan terbuka, dll) dan fobia spesifik (melibatkan trigger tertentu : balon, tali, meja, kucing, cicak, dll)

    --- Send in a voice message: https://anchor.fm/psikologid/messageSupport this podcast: https://anchor.fm/psikologid/support
  • Dalam mengkombinasikan management waktu dan juga energi, terdapat beberapa teknik yang bisa kita praktikan. Yaitu teknik S.M.A.R.T GOALS dan juga Eisenhower Matrix.

    S.M.A.R.T Goals adalah salah satu metode yang banyak di gunakan dalam rangka membantu kita mencapai tujuan atau keinginan yang ingin di wujudkan, entah itu dalam bidang pekerjaan, keluarga maupun keseharian. Teknik ini pertama kali di perkenalkan oleh George T Doran, seorang Direktur perusahaan management pada tahun 1981.

    S.M.A.R.T sendiri merupakan singkatan dari langkah-langkah nyata yang perlu kita lakukan dan membantu pengelolaan waktu dan energi untuk mencapai sebuah tujuan. S.M.A.R.T sendiri merupakan singkatan dari Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Time based.

    --- Send in a voice message: https://anchor.fm/psikologid/messageSupport this podcast: https://anchor.fm/psikologid/support
  • Mungkin kita sering mendengar istilah "time management" atau bagaimana kita di minta untuk mengelola waktu secara baik agar menjadi lebih produktif dalam berbagai hal. Tapi satu hal yang mungkin belum kita ketahui adalah tentang bagaimana kita mengelola energi dalam setiap hal yang kita lakukan.

    Karena sekalipun kita memiliki banyak waktu yang "tersisa" tapi energi sudah tidak, maka tidak akan banyak yang bisa kita lakukan. Bayangkan kita seperti smartphone yang lowbat, maka "kepintaran" yang semestinya bisa di lakukan tidak akan bisa efektif untuk di gunakan.

    Waktu adalah sesuatu yang tidak bisa "di perbaharui" artinya ketika sudah berlalu, kita tidak bisa lagi untuk mengembalikannya. Tidak peduli seberapa hebat kita mengelolanya, kita sama-sama memiliki waktu yang terbatas setiap hari, 24 jam tidak kurang ataupun lebih.

    Berbeda dengan waktu, energi adalah sesuatu yang seringkali "tidak terlihat" padahal berdampak besar terhadap apa yang sedang kita kerjakan. Energi bisa berarti kekuatan fisik, emosinal, kemampuan fokus dan juga energi spiritual atau tujuan dan alasan kita dalam melakukan segala sesuatunya.

    Time management adalah kemampuan untuk mewujudkan rencana-rencana kita secara lebih terukur dan efisien. Dalam Time management kita akan berlatih cara untuk memodifikasi waktu dan menjaganya agar bergerak sesuai dengan sistem yang sudah di buat. Time management identik dengan membuat jadwal, membagi prioritas dan juga menciptakan rutinitas. Intinya membuat waktu menjadi seefektif dan seproduktif mungkin.

    Energi management adalah cara kita membagi energi dan menempatkannya pada hal yang tepat. Ini termasuk apa saja yang menjadi prioritas untuk di lakukan dalam waktu dekat. Dengan mengatur energi, itu artinya kita juga peduli terhadap kesehatan fisik maupun mental, sehingga bisa tampil optimal di waktu yang kita inginkan.

    --- Send in a voice message: https://anchor.fm/psikologid/messageSupport this podcast: https://anchor.fm/psikologid/support
  • "Dreams are more real than reality itself, they're closer to the self." ~ Gao Xingjian

    Jika sebelumnya kita membahas bahwa sebagian besar orang melupakan mimpi pada saat bangun, maka Dream Journal atau jurnal mimpi adalah cara untuk kembali mengingatnya dengan baik. Selain membantu mengingat, jurnal ini nantinya dapat digunakan untuk beberapa teknik dalam lucid dream yang akan dibahas pada bab selanjutnya. Jurnal mimpi tidak jauh berbeda dengan buku harian, hanya saja catatan yang tertulis berupa mimpi dan sejumlah penggambaran di dalamnya termasuk tokoh, benda, ataupun lokasi yang kita temui disana.

    Jurnal mimpi dapat dijadikan sebagai "pengingat mimpi" maupun cara kita dalam mengenali berbagai pola dalam mimpi yang kita alami sepanjang malam, minggu, bulan, bahkan tahun. Salah satu cara efektif dalam melakukan interpretasi mimpi juga adalah dengan mengenalinya kembali dalam catatan atau jurnal mimpi. Menulis jurnal mimpi sebenarnya tidaklah sulit, karena itu sama seperti kita menceritakan kembali kejadian yang kita alami dalam mimpi, tapi menulisnya juga tidaklah mudah, yang menjadi penghalang terbesarnya seringkali adalah konsistensi dalam menulis.

    Karena ketika kita melewatkan untuk menulisnya, akan lebih sulit untuk memulainya kembali, padahal jurnal inilah yang akan melatih kita untuk mengingat dan masuk kembali ke dalam mimpi sebelum pada akhirnya kita bisa melakukan lucid dream.

    --- Send in a voice message: https://anchor.fm/psikologid/messageSupport this podcast: https://anchor.fm/psikologid/support
  • Pikiran dan tubuh kita adalah satu kesatuan yang saling mempengaruhi satu sama lain, dan ini sudah ketahui sejak ribuan tahun lalu. Bahkan dalam dunia kedokteran, Hippocrates yang dikenal sebagai Bapak ilmu kedokteran sudah mengaplikasikan pengobatan terintegrasi atau melakukan penyembuhan tidak hanya dari gejala fisik yang muncul saja, melainkan juga dengan melihat aspek emosional, spiritual dan juga psikologis seseorang.

    Tubuh dan setiap aktifitas di dalamnya adalah bagian dari perwujudan pikiran kita, oleh karena itulah pikiran bisa sangat mempengaruhi kondisi fisik manusia. Dan ketika sebuah beban pikiran yang berupa kecemasan, stres ataupun hal yang menggangu lainnya sudah mulai dirasakan oleh tubuh, itulah yang disebut sebagai psikosomatis.

    Untuk menyederhanakan, kita mungkin bisa kembali mengingat kondisi dimana ketika ada di saat tidak nyaman, pikiran yang overload, stres, panik ataupun cemas dalam sebuah kejadian. Nah pada saat itu terjadi di pikiran kita, beberapa dari kita mulai terpengaruh secara emosional dan menunjukan gejala fisik seperti merasakan sakit kepala, sakit perut, mual, gemetaran dan lainnya.

    Stres dan kecemasan bisa berdampak positif jika kita mampu

    mengelolanya secara baik, itu dapat membuat kita belajar dan menjadi pribadi yang lebih kuat secara mental. Tapi hal yang berbeda bisa terjadi ketika kita tidak mampu mengelola stres tersebut, pada saat beban pikiran kita menjadi semakin besar,

    bahkan mempengaruhi kondisi fisik dan membuat diri kita menjadi tidak nyaman, pada saat itulah psikosomatis terjadi.

    --- Send in a voice message: https://anchor.fm/psikologid/messageSupport this podcast: https://anchor.fm/psikologid/support
  • Perasaan tidak aman, rasa bersalah yang berlebihan, merasa tidak nyaman terhadap diri sendiri maupun lingkungan mungkin pernah kita hadapi atau membayangi diri ketika melakukan segala sesuatu.

    Meskipun "terdengar" sepele, tapi hal ini dapat secara significant mempengaruhi diri kita secara langsung. Kita jadi banyak berasumsi buruk terhadap segala sesuatu yang ingin di lakukan, cenderung menarik diri terhadap lingkungan, cemas terhadap pandangan ataupun penilaian oranglain, tidak bisa keluar dari zona aman dan yang lebih parahnya lagi memunculkan berbagai pikiran negatif seperti : Malu, merasa bersalah dan menyalahkan diri sendiri.

    Penyebabnya beragam untuk setiap orang, bisa merupakan sebuah peristiwa spesifik atau akumulasi dari kebiasaan yang kurang baik. Beikut adalah beberapa alasan yang berpotensi menyebabkan perasaan insecure ketika tidak bisa kita tangani dengan baik :

    Pengalaman masa lalu yang kurang menyenangkan (Traumatik atau Bullying), bisa juga di sebabkan oleh kehilangan seseorang yang berdampak, perceraian maupun krisis ekonomi. Pribadi yang terlalu perfeksionis dan menginginkan segala sesuatunya sempurna juga berpotensi menjadikan kita kurang nyaman terhadap segala sesuatunya. Takut terhadap kegagalan dan penolakan oranglain. Memiliki cara pandang diri atau harga diri yang rendah. Kurang berinteraksi dengan oranglain, sehingga memunculkan asumsi yang belum tentu benar.--- Send in a voice message: https://anchor.fm/psikologid/messageSupport this podcast: https://anchor.fm/psikologid/support
  • Salah satu hal yang menghambat kita menjadi versi terbaik dari diri sendiri adalah ketakutan. Ketakutan yang di maksud disini bisa jadi adalah takut akan kegagalan, takut terhadap sesuatu hal yang baru atau yang lebih parahnya lagi adalah takut terhadap komentar oranglain dan di anggap tidak sempurna atas apa yang kita lakukan. Anda, Saya dan orang terdekat kita mungkin sama-sama mengalaminya.

    Padahal, seperti yang kita ketahui bersama, kunci dalam mengembangkan bakat dan potensi adalah "coba aja dulu" bisa saja di awal kita akan mengalami kesulitan dan itu wajar, itu artinya kita bisa belajar hal baru yang belum kita ketahui sebelumnya. Pada bagian ini, kita akan berkenalan dengan beberapa teknik dalam mengelola diri yang di harapkan pada nantinya bisa bermanfaat dalam memaksimalkan apapun yang sudah kita miliki.

    Sebelum lebih jauh membahas mengenai hal ini, terdapat satu kisah klasik yang bisa memberikan gambaran kepada kita mengenai pentingnya memilih prioritas atas apa yang kita ingin dengarkan.

    --- Send in a voice message: https://anchor.fm/psikologid/messageSupport this podcast: https://anchor.fm/psikologid/support
  • Mimpi yang kita alami secara umum memiliki beberapa ciri dan kategori tertentu dan dapat dibedakan menjadi beberapa hal berikut ini :

    Normal Dream adalah mimpi Rapid Eye Movement (REM) maupun Non-REM (meskipun jarang) yang kita alami sepanjang malam. Dalam kondisi normal dream kita seperti sedang menyaksikan sebuah tayangan atau berperan namun tidak menyadarinya. Cirinya adalah kita tidak bisa mengatur dan cenderung pasif dalam mimpi ini, ketika mimpinya tidak terlalu berkesan, maka sebagian besar juga bisa kita lupakan ketika bangun. Normal Dream dapat ditingkatkan menjadi mimpi yang jelas (Vivid Dream) dan mimpi yang kita sadari (Lucid Dream) maupun mimpi yang menakutkan (Nightmares) tergantung tingkat kejelasan, kesadaran atau seberapa emosional mimpi tersebut.

    Sedikit berbeda dengan Normal Dream, Day Dreaming adalah sebuah lamunan, hal ini mungkin terjadi ketika kita ada dalam kondisi nyaman dan gelombang otak kita berpindah dari Beta ke Alfa, lalu kemudian masuk perlahan dalam kondisi Tetha.

    Day Dreaming umumnya terjadi pada saat kita masih setengah sadar, dan bisa muncul dalam bentuk kilasan ingatan maupun khayalan kita akan sesuatu hal.

    Ketika seseorang masuk terlalu dalam ke Day Dreaming, ia bisa saja menjadi tertidur dan bermimpi. Dalam beberapa proses kreatif, baik itu melukis, menciptakan lagu, tari ataupun film bisa jadi beberapa orang juga menggunakan Day Dreaming, karena biasanya dalam kondisi inilah seseorang bisa memiliki daya khayal yang tinggi dan bisa menyatukan antara realita dan imajinasi secara baik.

    --- Send in a voice message: https://anchor.fm/psikologid/messageSupport this podcast: https://anchor.fm/psikologid/support