Avsnitt
-
“Mountain of God” berbicara tentang gunung Tuhan, yang kudus dan di atas segalanya. Dan gunung Tuhan ini berbicara tentang hadirat-Nya yang tidak hanya kita dapatkan di hari Minggu saja, tetapi juga harus dipertahankan untuk kita hidupi di dalamnya, di setiap harinya.
Apa pun musim kehidupan yang sedang dilalui, baik dalam keadaan suka maupun duka, jangan pernah meninggalkan / keluar dari hadirat Tuhan karena di sanalah ada damai sejahtera dan Dia bertakhta atas kehidupan kita.
Life is not a dine and shop experience, it’s mountain climbing—it is only the courageous can make it to the top.
Hanya mereka yang memiliki tekad yang kuat dan mau untuk terus naik, yang tetap memiliki iman yang teguh pada Tuhan.. merekalah yang akan mengalami pertolongan dari Tuhan.
—Sdri. Cindy Widjaja, “Mountain of God.” Telah dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, Tgl. 24 Mei 2026.
-
Bagaimana Tuhan berbicara pada kita?
Pertama. Melalui kebenaran firman Tuhan yang tertulis di dalam Alkitab. Kedua. Suara Roh Kudus yang berbicara di dalam hati. Ketiga. Melalui khotbah, nasihat rohani, atau orang lain. Keempat. Damai sejahtera dari Tuhan. Kelima. Mimpi dan penglihatan. Keenam. Melalui keadaan yang terjadi di dalam kehidupan.
Milikilah sikap siap untuk mendengar suara Tuhan, menyiapkan hidup, dan mau menaati suara-Nya. Tujuan dari mendengar suara Tuhan adalah agar kita dapat mengenal-Nya lebih karib, dan ada berkat jika kita mengenal Dia:
Ada sukacita dan kepastian di hati, merasa dikasihi dan diterima, mengalami penyertaan-Nya, serta kita memiliki tujuan hidup.
—Pdt. Andreas Rahardjo, “Mendengar Suara Tuhan.” Telah dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, Tgl. 17 Mei 2026.
-
Saknas det avsnitt?
-
Khotbah MDC Surabaya satelit Graha Pemulihan ibadah sore, oleh Pdt. Yose Ferlianto - Dasar Keyakinan Kita.
-
Hal apakah yang dapat kita pelajari dari kisah Simon yang datang dari Kirene ke Yerusalem, dan dipaksa untuk memikul Salib Kristus?
Pertama. Dipaksa memikul salib itu tidak enak, tetapi Yesus datang dan mengenalkan diri-Nya sendiri pada Simon secara pribadi. Kedua. Pertemuan dengan Yesus dan Salib-Nya adalah sebuah pertukaran, hal ini harus dilakukan di setiap hari, dan bisa kita dapatkan hanya pada saat kita mau memikul salib-Nya.
Ketiga. Salib yang kita pikul hari ini, akan menentukan bagaimana iman generasi anak-anak kita selanjutnya.
Memikul salib memang tidak enak, tetapi jangan menolak, menyerah, apalagi meletakkan salib tersebut. Kita mungkin ingin memilih jalan yang jauh lebih mudah dan enak, tetapi Tuhan memilih jalan yang terbaik bagi anak-anakNya.
Marilah kita kembali ke tempat kita tinggalkan salib kita, dan mulai mengiring Yesus lagi.
—Bp. Soetjipto Koesno, “The Greatest Exchange.” Telah dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 3 Mei 2026.
-
Khotbah MDC Surabaya satelit Graha Pemulihan, oleh Pdt. Agus Lianto - Mengakhiri Pertandingan yang Baik.
-
Khotbah MDC Surabaya sore satelit Graha Pemulihan, oleh Pdt. Betuel Himawan - Kristen Menular
-
Kita hidup di dalam dunia yang bising dan penuh dengan aktivitas. Banyak orang berpikir kalau kita hanya berdiam diri saja, maka kita akan dianggap tidak produktif. Tetapi dari Mazmur 46:11, kita dapat belajar untuk berdiam diri dan mengenal Tuhan lebih dalam. Apa maksudnya?
Pertama. Berdiam Diri bukanlah tanda kelemahan. Kedua. Berdiam Diri bukan berarti mengalami kemunduran, tetapi meningkat. Ketiga. Berdiam Diri adalah waktu mengalami kesembuhan dan pertumbuhan. Keempat. Berdiam Diri adalah persiapan untuk mendengar suara Tuhan. Kelima. Berdiam Diri adalah jalan untuk mendapat damai sejahtera.
Marilah belajar untuk tenang dan mendengar suara-Nya. Biarlah setiap keputusan dan tindakan kita keluar dari masa hening, di mana ada tuntunan dan arahan terbaik dari-Nya.
—Pdt. Andreas Rahardjo, “Mazmur 46.” Telah dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 19 April 2026.
-
Ketika kita diizinkan mengalami berbagai guncangan, marilah belajar untuk melihat dengan memakai kacamata-Nya Tuhan. Di momen tersebut pasti tersedia berbagai kesempatan untuk Dia dapat menyatakan kemuliaan dan pemeliharaan-Nya yang setia di hidup kita. Bahkan ketika hati terasa gundah dan tidak tahu lagi ke mana kaki kita harus melangkah..
Yakinlah bahwa Kristus sudah memiliki kuasa Imanuel, yang setia menyertai hidup kita.
Saat menerima Kerajaan Allah yang tidak terguncangkan, maka kita tidak akan berdiam diri dan membiarkan waktu berlalu dengan sia-sia. Kita akan memberikan waktu, talenta, dan semua yang terbaik di dalam hidup untuk mendatangkan kemuliaan hanya bagi nama-Nya.
—Ps. Oscar Surjadi, The Unshakeable (Yang Tidak Terguncangkan). Dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 12 April 2026.
-
Salib Kristus dan kebangkitan-Nya adalah karya sempurna serta memberi kemenangan terbesar di hidup kita. Tetapi, bagaimana realitasnya? Kemenangan seperti apa yang kita dapatkan?
Pertama. Hidup tidak dikuasai dosa, yang membuat kita bebas untuk melakukan dan menjadi yang terbaik, serta dimampukan untuk hidup mulia seperti Kristus.
Kedua. Hidup dalam damai sejahtera: Kita telah berdamai dengan Allah, dan Kristus telah mengalahkan kematian. Hati dan pikiran kita tetap jernih dan berhikmat untuk mengarungi dunia yang bergejolak dengan keyakinan.
Ketiga. Hidup sepenuhnya bagi Allah. Memuliakan Dia dengan cara menjadi serupa dengan-Nya dalam keseharian, serta mengarahkan pada apa yang sebenarnya kita impikan: Hidup berarti, terhormat, dan memiliki nilai kekal.
Kristus telah membeli kita dengan harga yang mahal (1 Petrus 1:18-19), karena itu hormati dan hargailah diri kita dengan menyerahkan hidup kita seutuhnya bagi Tuhan. Amin.
—Pdt. Agus Lianto, “Kemenangan Terbesar.” Telah dibagikan di Ibadah Minggu Paskah di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 5 April 2026.
-
Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh Pdt. Betuel Himawan - Ulurkan Tanganmu.
-
Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh Pdt. Andreas Rahardjo - Kebiasaan-Kebiasaan Buruk.
-
Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh drg. Kamaludin Sutedjo
-
Hari-hari ke depan semuanya serba tidak menentu, tetapi Tuhan mengatakan agar kita tidak perlu kuatir karena selain tidak ada manfaatnya, juga menambah buruk situasi.
Selain itu, jangan sampai pekerjaan menggantikan posisi Tuhan yang seharusnya tetap menempati tempat yang terutama di hidup kita. Jangan pula menjadikan Tuhan dan pemeliharaan-Nya yang setia sebagai alasan bagi kita untuk bermalas-malasan serta tidak mau rajin dalam bekerja keras, dengan penuh tanggung jawab.
Hal apa yang terlihat dapat menenggelamkan kita, sudah berada di bawah kaki dari Tuhan Yesus. Dia pasti akan memberi kita hikmat dan kekuatan untuk dapat melalui setiap musim di dalam hidup ini, dan membawa kemuliaan hanya bagi nama-Nya.
—Pdt. Anugerah Saron, “Secure in His Provision.” Telah dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 29 Maret 2026.
-
Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh Ps. Larry Langston - Jesus Prevails
-
Khotbah MDC Surabaya satelit Graha Pemulihan (sore) oleh Pdt. Andreas Rahardjo - Building a Relevant Church.
-
Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh Pdt. Budi Setiawan - Ketika Yesus Benar Benar Menjadi Tuhan.
-
Kitab Pengkhotbah adalah kitab yang sering dihindari, tetapi darinya kita dapat belajar bahwa hidup ini misteri dan tidak dapat dipahami, rapuh dan tidak sekuat yang kita kira, hidup ini tidak bisa diprediksi, dan juga tidak selalu adil.
Tetapi kita masih dapat meresponi dengan percaya pada kedaulatan Allah—hidup kita berada di dalam tangan-Nya, belajar mensyukuri dan menikmati hidup sebagai pemberian-Nya, serta melakukan yang terbaik, selama kita masih diberi waktu dan kesempatan oleh-Nya.
—Pdt. Drs. Gani Wiyono, M.Th., “Menghadapi Realitas Hidup di Bawah Matahari.” Telah dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 22 Maret 2026.
-
Hizkia adalah raja yang hebat dan memiliki banyak prestasi luar biasa. Melalui hidupnya kita dapat belajar ada tiga hal penting:
Pertama. Menghindari Kebanggaan Diri yang berlebihan. Sering-seringlah memeriksa hati agar kita tidak mengambil pujian atas berkat Tuhan. Segala yang kita miliki—bakat, harta, dan kesempatan—hendaknya dengan setia digunakan untuk memuliakan nama-Nya.
Kedua. Mencari Hikmat Tuhan dalam setiap keputusan. Sabarlah mencari kehendak Tuhan melalui doa, membaca Alkitab, dan mencari nasihat bijak dari orang saleh yang berada di dalam rumah Tuhan / gereja-Nya.
Ketiga. Menabur Warisan Iman bagi generasi kemudian dengan penuh kepedulian, melalui pengajaran, teladan iman, kasih yang memulihkan, dan doa syafaat terus-menerus.
Hidup yang sudah diselamatkan Kristus tidak hanya dinikmati bagi diri sendiri saja, tetapi juga memenangkan generasi ini dan mendatang bagi kemuliaan nama Tuhan! Amin.
—Pdt. Betuel Himawan, “Ayah yang Asing bagi Anak-anaknya.” Dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, Tgl. 15 Maret 2026.
-
Khotbah MDC Surabaya satelit Graha Pemulihan ibadah sore, oleh Pdt. dr. Yudi Santoso - Doa Yabes.
-
Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh Pdt. Agus Lianto - Hidup Dalam Ketaatan Penuh.
- Visa fler