Avsnitt
-
Apakah UU ITE benar-benar hadir untuk melindungi masyarakat di ruang digital, atau justru berpotensi membatasi kebebasan berekspresi?
Dalam episode ini, Prof. Henri Subiakto membahas tujuan awal lahirnya UU ITE, berbagai kontroversi dalam penerapannya, serta tantangan menyeimbangkan perlindungan hukum dengan kebebasan berpendapat di era digital.
-
Palembang disebut sebagai "Bumi Sriwijaya" karena kota ini merupakan pusat pemerintahan dan ibu kota dari Kerajaan Sriwijaya, yaitu kerajaan maritim Buddha terbesar di Nusantara yang berjaya pada abad ke-7 hingga ke-12 Masehi.Tapi jika kita telusuri jejak sejarahnya, banyak yang tidak terlalu terpelihara. Sedihnya, banyak generasi masa kini yang tidak bisa menikmati peninggalan kerajaan Sriwijaya tersebut. Bersama Sutan Adil, pengamat dan pegiat sejarah, kita akan telusuri sebenarnya kerajaan Sriwijaya ini seperti apa dan daerah mana saja yang dahulu adalah daerah kekuasaannya, Palembang, Jambi, ataukah malah Malaysia atau Thailand? Simak selengkapnya!
-
Saya kedatangan Indra Frimawan, seorang komika yang menurut saya jokes atau materinya smart banget tapi emang perlu mikir untuk mengerti letak kelucuannya. Katanya beliau sekarang pengen jadi model, loh kenapa? Simak selengkapnya di Helmy Yahya Bicara!
-
Dollar terus melemah, treasury bill mulai ditinggalkan, dan kepercayaan terhadap sistem keuangan dunia ikut dipertanyakan. Menurut David Noah, saat kepercayaan pada sistem moneter menurun, banyak orang kembali memilih aset yang dianggap sebagai “uangnya Tuhan”, yakni emas. Ia juga menyoroti bagaimana perebutan energi bisa menjadi isu yang lebih besar dibanding perang militer maupun teknologi di masa depan. Tonton selengkapnya di Helmy Yahya Bicara.
-
Saat pandemi, kredit tidak hanya untuk mengembangkan usaha, tetapi juga membantu masyarakat bertahan hidup. Bersama Ir. Sunarso, M.B.A., ia membagikan pandangannya tentang daya beli, akses permodalan, hingga tantangan memimpin institusi besar. Menurutnya, syarat utama mensejahterakan rakyat adalah membuka lebih banyak lapangan pekerjaan. Simak selengkapnya di Helmy Yahya Bicara.
-
Mengapa banyak orang menganggap politik dan orang baik seperti dua dunia yang terpisah? Mengapa figur-figur yang memiliki integritas, kompetensi, dan rekam jejak profesional justru sering tidak menjadi pilihan utama dalam lingkaran kekuasaan dan birokrasi pemerintahan?Dalam episode kali ini, Sudirman Said berbagi pandangannya tentang kondisi politik Indonesia, tantangan regenerasi kepemimpinan nasional, hingga pentingnya menghadirkan lebih banyak teknokrat dan pemimpin berintegritas dalam ruang-ruang pengambilan keputusan.Kami juga membahas paradoks yang sering terjadi di Indonesia: ketika pendidikan, kompetensi, dan portofolio menjadi syarat utama untuk memasuki dunia kerja, namun dalam praktiknya masih banyak posisi strategis yang tidak selalu diisi oleh orang yang memiliki keahlian sesuai bidangnya.Bagi Sudirman Said, solusi jangka panjang untuk memperbaiki kualitas kepemimpinan bangsa adalah investasi pada pendidikan. Karena itu, ia mendirikan kampus di Tegal, tanah kelahirannya, sebagai bentuk kontribusi nyata untuk membuka akses pendidikan dan memajukan generasi muda di daerah.Tak hanya itu, melalui Institut Harkat Negeri (IHN), Sudirman Said juga menginisiasi berbagai program pengembangan kepemimpinan, termasuk pemberian beasiswa dan program Tri Sector Leadership Bootcamp, yang dirancang untuk membekali calon-calon pemimpin masa depan dengan perspektif lintas sektor: pemerintahan, bisnis, dan masyarakat sipil.Apakah politik memang bukan tempat bagi orang baik? Ataukah justru Indonesia membutuhkan lebih banyak orang baik untuk terlibat dan memimpin?Saksikan perbincangan lengkapnya dalam episode ini.
-
Ramai dibahas di Threads dan sosial media, penampilan "Inaya Wahid" yaitu anak dari Presiden Republik Indonesia ke-4, Gus Dur (K.H. Abdurrahman Wahid) yang dinilai "nyentrik". Sebagai anak presiden dan ketua organisasi Islam terbesar di Indonesia, pernah gak sih beliau merasa terbebani dengan ekspektasi sosial? Kita akan ngobrol langsung di episode kali ini! Kita juga akan kulik dan kupas mengenai pandangan beliau mengenai lanskap politik sekarang ini. Adakah ia ingin terjun ke dunia politik juga?Simak selengkapnya hanya di Helmy Yahya Bicara!
-
Mengapa nilai tukar rupiah terus tertekan? Mengapa investor asing mulai menarik dananya dari Indonesia? Dan benarkah dolar AS bisa menembus Rp22.000?Dalam episode kali ini, kami berbincang bersama Prof. Ferry untuk membedah kondisi ekonomi Indonesia yang tengah menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari pelemahan rupiah terhadap dolar AS, penurunan IHSG, menurunnya kepercayaan investor asing, hingga berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai berubah-ubah dan menimbulkan ketidakpastian di pasar.Prof. Ferry menjelaskan bagaimana sentimen pasar bekerja, mengapa konsistensi kebijakan sangat penting bagi dunia usaha dan investasi, serta risiko yang dapat dihadapi Indonesia apabila kepercayaan investor terus melemah. Apakah Indonesia sedang menghadapi krisis? Ataukah ini justru menjadi momentum untuk melakukan perbaikan fundamental ekonomi?Simak analisis lengkap, data, dan proyeksi ekonomi yang jarang dibahas secara mendalam di media arus utama.Apa pendapat Anda? Apakah ekonomi Indonesia sedang baik-baik saja, atau ada tanda-tanda yang perlu diwaspadai? Tulis pendapat Anda di kolom komentar.
-
Join FREE Webinar Virtual Assistant SGB VA: https://link.sgbva.com/free-webinar-hyb-2Kerja remote digaji dolar? Sekarang bukan hanya mimpi.Banyak orang masih berpikir bahwa penghasilan tinggi hanya bisa didapat dengan bekerja di kantor atau pindah ke luar negeri. Padahal, di era digital saat ini, profesi virtual assistant, virtual social media specialist, dan berbagai pekerjaan kerja remote lainnya membuka peluang untuk bekerja dari mana saja sambil melayani klien internasional dengan bayaran dalam mata uang asing.Di episode Helmy Yahya Bicara kali ini, saya berbincang dengan Tania Gromenko, Founder SGB VA, serta Afifah, salah satu alumni yang berhasil berkarier sebagai Virtual Social Media Specialist dan mendapatkan penghasilan dari klien luar negeri. Mereka membahas bagaimana memulai karier sebagai virtual assistant, membangun skill yang dibutuhkan pasar global, hingga peluang kerja gaji dolar tanpa harus meninggalkan Indonesia.Ini ilmu bagi kalian yang tertarik menjadi digital nomad, bekerja fleksibel dari mana saja, atau ingin mendapatkan kesempatan kerja bareng klien internasional, episode ini wajib ditonton sampai habis! Simak selengkapnya!
-
Stem cell sering disebut sebagai teknologi masa depan yang bisa membantu memperbaiki berbagai kondisi kesehatan, memperlambat penuaan, hingga katanya bisa sembuhkan kanker, stroke atau penyakit kronis lainnya. Namun di balik popularitasnya, masih banyak fakta yang belum dipahami masyarakat, bahkan tidak sedikit mitos dan klaim berlebihan yang beredar.Di episode Helmy Yahya Bicara kali ini, Helmy Yahya berbincang langsung dengan Song Hyungmin, dokter ahli bedah estetika dan stem cell dari Korea Selatan, yang hadir bersama Bung Korea sebagai interpreter. Dalam perbincangan ini, dibahas secara mendalam apa sebenarnya stem cell, bagaimana cara kerjanya di dalam tubuh, manfaat yang sudah terbukti secara medis, hingga berbagai kesalahpahaman yang sering dipercaya masyarakat.Temukan jawaban lengkapnya langsung dari ahlinya dalam diskusi yang informatif, ilmiah, dan mudah dipahami ini.
-
Bagaimana jika negara adidaya dipimpin oleh sosok yang sering membuat pernyataan kontroversial dan keputusan yang mengguncang dunia? Dalam episode Helmy Yahya Bicara kali ini, Dinna Prapto Raharja mengupas tuntas gaya kepemimpinan Presiden AS Donald Trump yang kerap dianggap impulsif, penuh kejutan, dan mengandalkan komunikasi yang memecah opini publik.Mengapa banyak anak muda di Amerika mulai merasa jenuh dan skeptis terhadap pola kepemimpinan semacam ini? Apakah gaya komunikasi yang kontroversial justru menjadi kekuatan politik Trump, atau malah menjadi ancaman bagi demokrasi dan stabilitas global?Tak hanya membahas dinamika politik dalam negeri Amerika Serikat, podcast ini juga mengulas bagaimana kebijakan-kebijakan Trump berdampak langsung pada Indonesia.Saksikan pembahasan lengkapnya hanya di Helmy Yahya Bicara!
-
Perbedaan cara kerja antara generasi Baby Boomers, Milenial, hingga Gen Z sering kali memicu konflik di lingkungan kerja. Mulai dari cara berkomunikasi, pola pikir, etos kerja, sampai cara memandang karier semuanya berbeda. Tapi benarkah Baby Boomers sulit mengakui kehebatan Gen Z?Di episode Helmy Yahya Bicara kali ini, Coach Rene Suhardono membahas secara mendalam fenomena generation gap di dunia kerja yang kini semakin nyata terjadi di banyak perusahaan. Mulai dari tantangan mengelola karyawan Gen Z, cara memahami karakter mereka, hingga bagaimana pemimpin dan perusahaan bisa menciptakan lingkungan kerja yang sehat tanpa saling menyalahkan antar generasi.Coach Rene juga membagikan tips praktis untuk para leader, manager, maupun pemilik bisnis agar bisa menemukan win-win solution di tengah perbedaan cara berpikir antar generasi. Karena pada akhirnya, setiap generasi punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing.Apakah Gen Z benar-benar susah diatur? Atau justru perusahaan yang belum siap menghadapi perubahan zaman?Simak obrolan lengkapnya hanya di Helmy Yahya Bicara!
-
Di episode terbaru kita tersambung dengan Mirwan Suwarso di podcast Helmy Yahya Bicara. Bersama beliau kita akan membahas kisah luar biasa di balik kebangkitan Como 1907, klub sepak bola Italia yang berhasil mencuri perhatian Eropa hingga lolos ke kompetisi UCL untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.Bagaimana seorang Indonesia bisa ikut membangun klub sepak bola di Italia dari bawah, membentuk identitas klub, membangun sistem bisnis dan entertainment, hingga membawa Como menjadi salah satu proyek sepak bola paling menarik di Eropa saat ini?Mirwan Suwarso membagikan cerita di balik ambisi besar mereka, alasan memilih Como, tantangan membangun klub di tengah kerasnya sepak bola Italia, hingga strategi jangka panjang agar Como bukan sekadar “tim kejutan” sesaat.Dalam obrolan ini juga dibahas bagaimana beliau ikut menjadi bagian penting dari perjalanan Como, target klub ke depan setelah lolos ke kompetisi Eropa, hingga mimpi menjadikan Como sebagai klub yang sustainable dan berkelas dunia.Sebuah cerita tentang mimpi besar, sepak bola modern, bisnis olahraga, dan bagaimana anak bangsa bisa ikut bermain di panggung sepak bola Eropa. Simak selengkapnya!
-
Tinggal di negara tropis yang mataharinya melimpah… tapi mayoritas orang Indonesia justru kekurangan Vitamin D?!Di episode Helmy Yahya Bicara kali ini, dr. Henry Suhendra membongkar fakta mengejutkan tentang Vitamin D yang sering dianggap sepele, padahal bisa jadi akar dari berbagai masalah kesehatan.Banyak orang merasa sudah “sehat” hanya karena rajin berjemur… padahal ternyata ada waktu, durasi, dan cara yang tepat untuk mendapatkan Vitamin D secara optimal. Salah waktu berjemur? Bisa jadi percuma!Dr. Henry juga menyoroti fenomena banyaknya lansia yang menjadi jompo di masa tua karena sejak muda tidak menjaga pola makan dan tidak pernah melatih kekuatan otot dengan olahraga angkat beban. Padahal, menjaga massa otot dan kesehatan tulang adalah investasi penting agar tetap kuat, mandiri, dan produktif di usia lanjut.Podcast ini membuka perspektif bahwa sehat bukan hanya soal terlihat bugar hari ini, tetapi bagaimana tubuh kita dipersiapkan untuk puluhan tahun ke depan. Jangan sampai tinggal di negara tropis tapi tetap kekurangan Vitamin D dan kehilangan kualitas hidup di masa tua. Simak selengkapnya!
-
Felix Siauw kembali menjadi tamu saya! Kita berbincang mengenai sejarah dan kejayaan Islam hingga berpikir ulang mengenai negara-negara maju yang mayoritas adalah negara sekuler. Apa yang salah dengan negara muslim di era modern sekarang yang susah maju? Temukan jawabannya di Helmy Yahya Bicara!
-
Pada episode ini, saya berbincang dengan Bhima Yudhistira Adhinegara, Direktur CELIOS (Center of Economic and Law Studies), mengenai kondisi ekonomi Indonesia yang tengah jadi sorotan. Mulai dari PHK yang semakin meluas, investor asing yang lebih memilih Vietnam, hingga praktik “biaya siluman” yang dinilai masih menghambat daya saing Indonesia. Bhima juga membagikan cerita soal perdebatan dengan almarhum Rizal Ramli terkait jalur logistik dan kepentingan yang bermain di baliknya. Nantikan selengkapnya di Helmy Yahya Bicara Youtube Channel.
-
Sudah hadir ekslusif di podcast saya, Bapak Agung Firman Sampurna, mantan Ketua BPK RI (2019–2022) yang dihadirkan sebagai saksi ahli meringankan (a de charge) dalam sidang kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook yang menjerat mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim. Beliau akan menjelaskan dari sudut pandang ahli soal kasus ini. Simak selengkapnya!
-
Di era digital seperti sekarang, jualan bukan lagi soal punya toko fisik tapi soal skill.Banyak orang masih mengira sukses di dunia online itu butuh modal besar, padahal yang paling menentukan justru adalah kemampuan menjual secara digital. Di episode kali ini, Helmy Yahya Bicara sudah kedatangan Fahmi Auditya, CEO & Founder Mahir Digital. Kita akan membahas bagaimana skill jualan digital yang tepat bisa menghasilkan omset ratusan juta rupiah.Kalau kamu ingin mulai atau meningkatkan bisnis di dunia digital, episode ini wajib kamu tonton sampai habis!Mau upgrade skill berjualan di dunia digital lebih dalam lagi, langsung daftar di link berikut:https://mahirdigital.net/mdxhelmyyahya/
-
Sudah menjadi tamu saya, Ruben Onsu. Banyak yang tidak tahu bahwa saya cukup dekat dengan Ruben. Membahas bagaimana jatuh bangun seorang Rube Onsu, dari permasalahannya dengan Geprek Bensu hingga perjalanan spritualitasnya menjadi mualaf. Simak selengkapnya!
-
Bersama Guru Gembul, podcast kali ini kita membahas mengenai media saat ini yang katanya "didesain" untuk menciptakan kebencian demi meningkatkan jumlah penonton, mirip dengan teori-teori konspirasi yang sering dikaitkan dengan Iluminati, Freemason ataupun Elit Global. Apakah benar elite global memfitnah Illuminati agar terkesan buruk? Simak selengkapnya!
- Visa fler